Sabtu, 29 Juni 2013

PERDAGANGAN DAN HUBUNGAN EKONOMI INTERNASIONAL

Deskripsi Singkat :
Bab ini akan membahas mengenai pengertian perdagangan dan hubungan ekonomi internasional, perbedaan antara perdagangan interasional dan perdagangan domestik, sumber-sumber perdagangan interasional, neraca pembayaran internasional, globalisasi, organisasi kerjasama regional, institusi ekonomi internasional. Jika sebuah bisnis sudah kuat, maka dimungkinkan sebuah bisnis merambah pasar global. Materi-materi dalam bab ini akan membuka wacana berfikir mahasiswa untuk mengetahui lebih jauh mengenai perdagangan dan hubungan ekonomi internasional. Untuk itu diharapkan mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan ini dengan baik.


Kompetensi Dasar :
Mahasiswa dapat memahami konsep perdagangan dan hubungan ekonomi internasional untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
Indikator :
1. Mahasiswa mampu menjelaskan factor yang mendorong perdagangan luar negeri dengan benar.
2. Mahasiswa mampu mendeskripsikan berbagai aspek dari hubungan ekonomi antar Negara dengan benar.
3. Mahasiswa mampu menguraikan pengertian neraca pembayaran dengan benar.
4. Mahasiswa mampu menguraikan pengaruh kurs valuta asing terhadap neraca pembayaran dengan benar.
5. Mahasiswa mampu mendeskripsikan alasan adanya proteksi dan cara melakukannya dengan benar.
6. Mahasiswa mampu mendeskripsikan manfaat kerjasama regional dengan benar.
7. Mahasiswa mampu menjelaskan berbagai institusi ekonomi internasional dengan benar.
8. Mahasiswa mampu menjelaskan karakteristik perusahaan multinasional
14. 1 Pengertian Perdagangan dan Hubungan Ekonomi Internasional
Perdagangan internasional terjadi karena tiap negara ingin memenuhi kebutuhannya dengan meminimalisir biaya yang dikeluarkan.

Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Perdagangan internasional mencakup masalah ekonomi dalam hubungannya satu negara dengan negara lain, baik mikro maupun makro ekonomi. Aspek mikro ekonomi meliputi alokasi faktor-faktor produksi dan penentuan harga. Aspek makro ekonomi meliputi kekuatan-kekuatan yang secara internasional mempnngaruhi penghasilan nasional dan kesempatan kerja antara beberapa perekonomian. Perdgangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan lintas negara. Alasan negara melakukan perdagangan internasional didasari oleh teori keuntungan komparatif (comparative advantage). Secara sederhana adanya perdagangan akn menciptakan spesialisasi, yaitu setiap negara dapat menspealisasikan pada barng dan jasa tertentu. Spesialisasi akan meningkatkan produktivitas, yang dalam jangka panjang akan meningkatkan stanfdar hidup semua negara yang terlibat didalam.
14.2 Perbedaan Perdagangan Internasional Dengan Perdagangan Domestik
Ada tiga perbedaan utama antara perdagangan internasional dengan perdagangan domestik :
1. Peluang / horizon perdagangan yang lebih luas. Negara-negara bisa menjual barang/jasanya ke Negara lain dan bisa membeli barang/jasa dari Negara lain.
2. Adanya kedaulatan bangsa. Pada perdagangan internasional, bangsa-bangsa dapat mengatur aliran barang dan jasa, tenaga kerja, dan keuangan. Negara-negara menunjukan kedaulatannya disini.
3. Penggunaan kurs tukar. Dalam melakukan perdagangan internasional Negara-negara menggunakan kurs tukar yang berbeda-beda. Pengimpor (pembeli) biasanya harus membayar barang impor dengan mata uang negara pengekspor (penjual). Ini berbeda dengan perdagangan domestik yang hanya melibatkan satu kurs tukar saja.
14. 3 Sumber-sumber Perdagangan Internasional
Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya perdagangan internasional :
1. Keragaman / diversitas sumber daya alam. Ini berhubungan erat dengan factor endowment, yaitu apa yang telah dimiliki secara alamiah oleh sebuah negara.
2. Perbedaan selera (preferensi). Misalnya Negara A mampu memproduksi daging sapi dalam nilai yang sama dengan Negara B menghasilkan ikan. Namun penduduk A lebih gemar ikan, begitu pula sebaliknya. Ini mendorong terjadinya perdagangan internasional.
3. Perbedaan biaya, sangat terkait dengan biaya produksi. Jika Negara-negara melakukan spesialisasi maka skala ekonomis akan tercapai dan biaya produksi per unit akan semakin murah.
4. Alasan suatu negara perlu berdagang. Negar berdagang untuk memperoleh keuntungan keuntungan berupa kenaikan produktifitas karena adanya spealisasi.
Beberapa pendapat yang negatif tentang perdagangan internasional :
a. Suatu barang yang tergantung pada penawarn barang dari negara lain kesulitan apa apabila terjadi perang.
b. Perdagangan internasional dapat merupakan sumber ketidak stabilan dan sangat mempengaruhi perencanaan ekonomi.
c. Perdagangan inetrnasional dapat menimbulkan kerugian bagi industri-industri dalam negeri yang hasil produksinya mendapat saingan dari barang impor.
14. 4. Teori Perdagangan Internasional
1. Teori Prakalisk Merkantilisme
Merkantilisme adalah suatu aliran / filsafat ekonomi yang tumbuh dan berkembang dengan pesat pada abad XVI s.d XVIII di Eropa Barat. Merkantilisme, yaitu suatu sistem tentang kebijaksanaan yang bertujuan untuk mengatur perdagangan luar negeri serta pembentukan negara nasional yang kuat :
Ide pokok merkantilisme adalah sebagi berikut :
a. Sutu negara / raja akan kaya .makmur dan kuat bila ekspor lebih besar dari pada impor (X-M)
b. Surlpus yang diperoleh dari selisih (X-M) atau ekspor neto yang positif tersebut diselesaikan dengan pemasukan logam mulia (LM), terutama emas dan perak dan dari luar negeri.
c. Pada waktu itu LM yang banyak akan kaya, makmur dan kuat.
d. LM tersebut digunakan untuk membiayai armada perang guna memperluas perdagangan luar negeri dan penyebaran agama.
e. Penggunaan kekuatn armada perang untuk memperluas perdagangan luar negeri ini di ikuti dengan kolonisasi di Amerika Latin, Afrika, dan Asia terutama dari abad XVI s.d XVII.
Untuk melaksanakan ide tersebut diatas,merkantilisme menjalankan kebijakan perdagangan (trade policy) sebagi berikut:
a. Mendorong ekspor sebesar-besarnya, kecuali LM
b. Melarang / membatasi impor dengan cepat, kecuali LM.
2 .Teori Klasik
A. Absolute Advantage dari ADAM SMITH
Menurut teori ini, suatu negara dikatakan mempunyai keuntungan mutlak dalam memproduksi suatu jenis barang tertentu apabila megara tersebut dapat memproduksi barang tersebut dengan jam/hari kerja yang lebih sedikit dibandingkan kalau barang tersebut diproduksikan negara lain.
B. Comperative Advantage dari David Ricardo
1. Cost Comperative Adventage (Labor efficiency)
Menurut teori cost comperative adventage (labor efficiency), suatu Negara akan memperoleh manfaat dari perdagangan internasional jika melakukan spesialisasi produksi dan mengeskpor barang dimana negara tersebut dapat berproduksi relatif lebih efesien serta mengimpor barang diman negara tersebut berproduks relative kurang/tidak efesien.
2. Production Comperative Advantage
Suatu negara akan memperoleh manfaat dari perdagangan internasional jika melakukan spealisasi produksi dan mengekspor barang dimana negara tersebut dapat berproduksi relatif lebih produktif serta mengimpor barang dimana negara tersebut berproduksi relatif kurang/tidak produktif.
Kelemahan teori klasik comperatif advantage tidak dapat dijelaskan mengapa terdapt perbedaan fungsi produksi antara 2 negara. Sedangkan kelebihannya adalah perdagangan internasional antar 2 negara tetap dapat terjadi walau pun hanya satu negara yang memiliki keunggulan absolut asalkan masing-masing dari negara tersebut memiliki perbedaan dalam cost comperative advantage atau production comperative advantage.
3. Teori Modern
A. The Proportional Factors Theory
Teori modern heckescher-ohlin atau teori H-O menggunakan dua kurva pertama adalah kurva isocost yaitu kurva yang menggambarkan total biaya produksi yang sama. Dan kurva isoquant yaitu kurva yang mengambarkan total kuantitas produk yang sama. Menurut teori ekonomi mikro kurva isocost akan bersinggungan dengan kurva isoquant pada suatu titik optimal. Jadi dengan biaya tertentu akan diperoleh produk yang maksimal atau dengan biaya yang minimal akan diperoleh sejumlah produk tertentu.
Kelemahan dari teori H-O yaitu jika jumlah atau proporsi faktor produksi yang dimiliki masing-masing negara relatif sama maka harga barang yang sejenis akan sama pula sehingga perdagangan internasional tidak akan terjadi.
B. Paradoks Leontief
Wassily Leontief seorang pelopor utama dalam analisi input-output matriks, melalui studi empiris yang dilakukan pada tahun 1953 menemukan fakta, fakta itu mengenai struktur perdagangan luar negeri (ekspor dan import). Amerika Serikat tahun 1947 yang bertentangan dengan teori H-O sehingga disebut sebagai paradox Leontief.
Berdasarkan penelitian lebih lanjut yang dilakukan ahli ekonomi perdagangan ternyata paradokx leontief tersebut dapat terjadi karena empat sebab utama, yaitu:
a. Intensitas faktor produksi yang berkebalikan
b. Tarif and non tarif barrier
c. Perbedaan dalam skill dan human capital
d. Perbedaan dalam faktor sumberdaya alam.
Kelebihan teori ini adalah jika suatu negara memiliki banyak tenaga kerja terdidik maka ekspornya akan lebih banyak. Sebaliknya suatu negara kurang memiliki tenaga kerja terdidik maka ekspornya akan lebih sedikit.
c. Teori Opportunity Cost
Opportunity cost digambarkan sebagai production possibility curve (PPC) yang menunjukan kemungkinan kombinasi output yang dihasilkan suatu negara dengan sejumlah faktor produksi secara full employment. Dalam hal ini bentuk PPC akan tergantung pada asumsi tentang opportunity cost yang digunakan yaitu PPC constant cost dan PPC increasing cost.
d. Offer Curve / Reciprocal Demand (OC/RD)
Teori offer curve ini diperkenalkan oleh dua ekonomi inggris yaitu Marshall dan Edgeworth yang menggambarkan sebagai kurva yang menujukkan kesediaan suatu negara untuk menawarkan / menukarkan suatu barang dengan barang lainnya pada berbagai kemungkinan harga.
Kelebihan dari teori ini adalah masing-masung negara akna memperoleh manfaat dari perdagangan interbnasional yaitu mencapai tingkat kepuasan yang lebih tinggi.
15.4 Neraca Pembayaran Internasional
Neraca pembayaran internasional merupakan ikhtisar yang tersusun secara sistematis dari transaksi-transaksi ekonomi antara penduduk suatu negara dengan negara lain selama jangka waktu tertentu (umumnya satu tahun). Transaksi yang dimaksud kedalam neraca pembayan internasional adalah transaksi ekonomi yang terjadi antara penduduk suatu negara dengan negara lain. Macam transaksi yaitu transaksi kredit dan transaksi debit.

Tiga peran utama perdagangan internasional :
1. Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksikan didalam negeri
2. Memperluas pasar produksi dalam negeri
3. Mengimpor Teknologi dan meningkatkan produktivitas.

Spesialisasi sebagai faktor pendorong perdagangan :
• Pentingnya perdagangan bebas didasarkan kepada keuntungan yang didapatkan dari melakukan spealisasi dalam perdagangannya.
• Bedasarkan analisis diperkenalkan oleh Adam Smith dan Ricardo, ahli-ahli ekonomi menunjukkan bahwa spealoisasi dan perdagangan akan meningkatkan efesiensi penggunaan faktor-faktor produksi.
• Kenaikan efesiensi ini akan menaikan produksi, menurunkan harga barang yang diperjualbelikan dan meningkatkan kemakmuran masyarakat. Keuntungan dari spealisasi ini dibedakan kepada dua konsep, yaitu :
1. Keunggulan absolute
Suatu Negara dikatakan memiliki keunggulan absolute dalam menghasilkan sesuatu barang apabila ia dapat memproduksikan barang itu lebih murah dari Negara lain atau lebih tinggi produktivitasnya dari Negara lain.
2. Keunggulan komparatif
Negara yang sudah maju perkembangan ekonominya dalam menggunakan teknologi yang up to date dapat menyebabkan produktivitas buruhnya sangat tinggi.
Bentuk-bentuk hubungan ekonomi di antara berbagai negara. Hubungannya yang utama dapat dibedakan kepada tiga aspek :
1. Perdagangan
2. Penanaman modal asing
3. Investasi portfolio.
14.5 Globalisasi
Globalisasi dapat diartikan sebagai peningkatan dalam hubungan dan saling ketergantungan dalam kegiatan ekonomi dan perdagangan diantara berbagai negara di dunia.
Faktor yang mendorong perkembangan globalisasi :
Faktor-faktornya yang utama adalah :
(1) Perkembangan perusahaan multinasional yang lebih pesat terutama ke negara – negara berkembang
(2) Kemajuan teknologi dalam bidang pengangkutan dan elektronik ( termasuk komputer)
(3) Peralihan sistem ekonomi di negara- negara komunis dari sistem perencaan pusat kepada sistem pasar bebas
(4) Pesertujuan untuk mendirikan WTO ( World trade organization) yang menggalakan perdagangan bebas dala ekonomi global.

Faktor yang mendorong suatu negara melakukan perdangangan internasional diantaranya sebagai berikut :
1. Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri
2. Keinginan memperoleh keuntungan dan menigkatkan pendapatan negara
3. Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi
4. Adanya kelebihan produk dalam negri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut
5. Adanya perbedaan keadaan seperti sumbar daya alam, iklim, tenaga kerja, budaya, dan jumlah penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi
6. Adanya kesamaan selera terhadap suatu negara
7. Keinginan membuka kerja sama, hubungan politik, dan dukungan dari negara lain
8. Terjadinya era globalisasi sehinga tidak satu negarapun di dunia dapat hidup sendiri.

ORGANISASI KERJA SAMA REGIONAL
Bentuk-bentuk kerja sama antarnegara dapat digolongkan sebagi berikut :
1. Kerja Sama Bilateral
Kerja sama bilateral merupakan kerja sama antar dua negara. Misalnya antara Indonesia dan Singapura.
2. Kerja Sama Regional
Kerja samaregional merupakan kerja sama antara negara-negara sewilayah atau sekawasan. Tujuannya tidak lain adalah untuk menciptakan perdagangan bebas antara negara disuatu kawasan tertentu.
Contoh-contoh bentuk kerja sama semacam ini, antara lain :
• ASEAN
• APEC
• NAFTA (North American free Trade Agreement)
• EUROPEAN UNION (EU)
• IMT-GT (indonesia, malaysia, thailan growth triangle)
• BSMP – EAGA (brunei, indonesia, malaysia, philipines-east ASEAN growth area)

Institusi Ekonomi Internasional
1. GATT dan WORLD TRADE ORGANIZATION (WTO)
Adalah sebuah organisasi yang didirikan pada tahun 1995 dan berawal mula dari perjanjian General Agreement on TARIFF adn trade (GATT).
Untuk menjadi anggota suatu negara harus mengajukan permohonan dan harus disetujui dua pertiga anggota untuk diterima.
2. Bank dunia (the world bank)
Fungsi utama bank dunia yaitu memberikan pinjaman untuk proyek-proyek produktif demi pertumbuhan ekonomi negara-negara sedang berkembang.
3. International Monetary Fund (IMF)
Dana moneter interbasional atau IMT adalah organisasi internasional yang bertanggung jawab dalam mengatur sistem finansial global dan menyediakan pinjaman kepada negara anggotanya untuk membantu masalah-masalah keseimbangan neraca keuangan masing-masing negara. Salah satu misinya adalah membantu negara-negar yang mengalami kesulitan ekonomi yang serius, dan sebagai imbalannya, negara tersebut diwajibkan melakukan kewajiban-kewajiban tertentu, misalnya privatisasi badan usaha milik negara.


itulah sedikit informasi seputar PERDAGANGAN DAN HUBUNGAN EKONOMI INTERNASIONA, semoga dapat menjadi refrensi buat anda.

sumber:pengantarbisnisdarmajaya

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar